Kelezatan nasi ayam Bu Wido Semarang yang melegenda sejak tahun 1960-an
Semarang memang penuh dengan kuliner yang nikmat. Mulai dari lumpia, nasi goreng, tahu gimbal, dan jajanan khas tak boleh dilewatkan. Satu lagi ada soto khas semarang yang rasanya enak yaitu nasi ayam.
Makanan ini tidak sulit ditemukan di Semarang, terutama pada malam hari. Masakan ini bisa ditemukan di pusat kuliner dan tenda pinggir jalan. Namun, ada satu bebek yang melegenda dan diburu banyak orang. Ini Nasi Ayam Bu Wido yang berlokasi di Jl. Melat Selatan, Brumbungan, Semarang Tengah. Tata letak stand makanan ini terlihat sederhana. Di dalam warung terdapat meja kayu panjang dan bangku-bangku khas warung pinggir jalan, serta gerobak khas pedagang kaki lima, di dalamnya diletakkan berbagai makanan untuk memberikan kesan klasik pada warung makan ini. Untuk kenyamanan, toko ini cukup bersih dan nyaman. Pak Eko selaku pengelola Nasi Ayam Bu Wido menceritakan bagaimana awal mula beliau memulai usaha nasi ayam ini. Menurut dirinya, Ibu Wido mulai berjualan nasi ayam pada tahun 1960-an. Ibu Wido belajar cara membuat nasi ayam dari orang tuanya yang juga berjualan nasi ayam, sehingga resep yang digunakan Bu Wido merupakan resep turun temurun dari orang tuanya. Sebelum memiliki tempat tetap seperti sekarang, Ibu Wido biasa berjualan nasi ayam keliling dari desa ke desa.
“Bu Wido sudah berbisnis di desa ini sejak kecil. Baru sekitar tahun 2008 Bu Wido membuka warung makan”, kata Pak Eko.
Menurutnya, warung nasi ayam ini bisa terjual lebih dari 200 porsi dalam sehari. Wajar melihat kepopuleran warung makan ini dan kelezatannya.
Ketika nasi ayam disajikan, kelihatannya sangat lezat. Sepintas, nasi ayam ini terlihat seperti nasi khas Solo. Bedanya, nasi liwet menggunakan kuah arehi sebagai kuahnya, masakan ini menggunakan kuah opori kuning. Sejumput nasi ayam disajikan dengan ayam suwir, acar telur, tahu, kretzek dan labu siam. Nasi yang digunakan adalah nasi uduki. Perpaduan isian kuping, nasi uduki asin dan kuah opor yang gurih rasanya nikmat.
Rasa gurih, manis dan asin menyatu dan memberikan cita rasa yang berbeda dan unik. Bagi pecinta bumbu, warung makan ini tidak menyediakan sambal. Namun, ada dua jenis kuah opor yang tersedia yaitu kuah biasa dan kuah pedas. Bisa minta saus yang lebih pedas jika rasa pedasnya kurang "menggigit".
Lauk pauknya bermacam-macam sate yang semuanya berbahan dasar ayam, mulai dari usus, hati, lambung, paru-paru, kulit dan telur puyuh. Setiap meja memiliki kuah santan kental yang bisa dijadikan saus celup atau kuah sate agar lebih nikmat. Selain sate, tersedia juga aneka kerupuk, perkedel, dan tempe goreng.
Tak perlu khawatir soal harga. Dengan uang sepuluh ribu rupiah Anda sudah bisa menikmati makanan lezat ini. Makanan pendamping lainnya seperti sate, kerupuk, perkedel, dan tempe goreng dijual dengan kisaran harga 2.000 hingga 5.000 rupiah. Mengklasifikasikan sebagai murah, kan? Nasi Ayam Bu Wido buka setiap hari mulai pukul 16:30 hingga 23:00. Stan ini tidak pernah sepi, terutama di akhir pekan dan setelah jam kerja. Begitu toko dibuka, pembeli biasanya mulai mengantri. Saat jam sibuk, banyak orang yang rela berdiri di luar dan menunggu satu atau dua kelompok selesai makan untuk mendapatkan meja guna menikmati hidangan ini.
Jadi bagaimana? Tertarik mencicipi kuliner legendaris ini?



Tidak ada komentar:
Posting Komentar